1

Mimpi Basah

Posted by Vienna Alifa on 07/08/2009 in Kesehatan, Kidz, Pendidikan |

 

Punten, kalau isi tulisannya berkesan vulgar.
Cuma maksudnya mah lempeng lempeng aja kok.
Sumpe !

*********

Saya ingat betul, sewaktu baru berumah tangga dan baru punya anak balita, kami tinggal bertetangga dalam kompleks perumahan yang berdekatan satu dengan lainnya. Kompleks itu dulu masih sepi. Belum terlalu rapat dipenuhi rumah. Hampir seluruh tetangga kami kenal baik dan kerap mengadakan acara yang bersifat kekeluargaan.
Sering pada siang  hari saya, yang diantara tetangga masih tergolong junior, diundang makan siang dan berbincang masalah keluarga atau kerumahtanggaan. Saya sangat senang, tentu bukan cuma karena makanannya enyak dan mantab *nyengir, tapi dengan demikian banyak hal baru yang bisa saya ambil pelajaran untuk mendidik anak-anak ataupun mengurus pekerjaan rumahtangga . Maklumlah semangat nikah muda kadang belum dilandasi pengetahuan mumpuni untuk diaplikasikan secara tepat.

Beberapa nasihat yang saya tanamkan di benak biasanya menyangkut masalah mendidik anak laki-laki. Atas izin Allah juga, saya dipertemukan dengan seorang ibu yang sudah mendidik anak remaja dan diantaranya laki-laki. Ia banyak bercerita bagaimana dan apa yang ia perhatikan dalam membesarkan putranya. Terutama ketika mereka mendekati usia remaja.
Waktu itu saya cukup terkejut ketika ia menyarankan untuk bicara masalah seksual selagi dini pada anak laki-laki secara terbuka. Dia katakan, sejak anak laki-lakinya berusia 10 tahun, mereka sudah diberi tahu tentang perubahan suara, *maaf* bulu-bulu yang bakal tumbuh di anggota tubuh tertentu, juga tentang tanda akil baligh yang diawali dengan mimpi basah. Semua dia lakukan dengan maksud supaya mereka tidak segan bertanya bila ada keanehan terjadi pada tubuh mereka. Daripada terlontar ke teman atau orang dewasa yang tidak memiliki sense untuk mendidik, lebih pantas dan tepat memang ibu-lah tempat curhat seorang anak. Sedapat mungkin buatlah si anak nyaman untuk mengungkap isi hatinya pada kita, seperti ke teman sendiri, begitu imbuhnya.

Seperti yang sudah ditebak, berbekal wejangan yang begitu dalam membekas itu, saya praktekkan sedikit-sedikit pendidikan seks pada Umar, si sulung. Sebelum ia mencapai usia 10 tahun, sebenernya sudah pernah saya sampaikan sepintas tentang akil baligh. Apa artinya, akibatnya dan juga tanda-tanda yang semua akan dia alami. Setelah 10 tahun, dia mulai cukup penasaran dengan ciri-ciri fisik seorang laki-laki dewasa, seperti kumis, jenggot, jakun, suara yang membesar, dll. Kesempatan yang bagus nih, pikir saya, untuk menambah penjelasan tentang mimpi basah.

“Kapan sih Mi, suara Umar jadi gede kayak bapak-bapak ?”

“Nanti Bang, biasanya ditandai mimpi dulu”, jawab saya sok kalem.

“Mimpi basah-mimpi basah itu ya Mi ?. …emang mimpinya gimana sih ?”

Heks..sambil keselek saya muter otak.

“Yyy..yaaa mimpinya kadang jelas kadang engga…*sotoy*, tapi yang pasti, pas bangun tidur Abang merasa ada yang basah…”

Saya lirik mimiknya. Berharap dia puas sama jawaban yang agak ngambang tadi.

“Ooo…”  Dia cuma menyahut pendek.
Entah ngerti atau engga, yang penting saya sedikit lega.

Itu tadi percakapan yang sudah cukup lama memang.

Tapi belum lama ini saya dikejutkan oleh cerita Umar tentang mimpi basah.

Malam-malam sewaktu kami : saya, Umar, Hamzah, berbaring sayang-sayangan bertiga di tempat tidur,  suara Umar yang pelan bagai menghentikan detak jantung saya sesaat.

“Mi, kayaknya Umar udah mimpi basah deh.”

Dhuwweeenngggg !

“Masaak sih Bang…?“
Saya atur suara setenang mungkin. Meski dalam hati udah ga keruan bergemuruh penasaran.

“Iya deh, benerrr….”, Umar menyahut sambil telentang melihat lampu, seperti mengingat-ingat kejadian mimpinya.

“Ah seriyus…suara kamu kok belum berubah tuh..”

Saya masih ga yakin. Wong ini bocah masih keliatan polos begeneh. Masih suka menyelinap di bawah ketiak Umminya. Tapi yang bikin ketar-ketir itu soal mimpinya. Sampe sempet mikir..apa dia sempet ga sengaja lihat situs begituan waktu browsing di internet atau ada iklan vulgar di TV yang akhirnya sampe kebawa mimpi atau….ada tontonan gratis muda-mudi yang suka sembarangan bermesraaan di tempat umum dan lagi-lagi kebawa mimpi ?
Hiiy, noraklah pokoknya kembara pikiran saya.

Si Hamzah juga tumben ikutan menyimak.

“…emang gimana mimpinya Bang ? Masih inget ga ?

Hati-hati saya korek dia, berharap dia ga malu untuk cerita yang aneh-aneh.
Saya pun menyiapkan diri. Mudah-mudahan Hamzah lagi ga konsen untuk dengerin percakapan kita.

Eng ing eng….

“Engga…Umar ga terlalu inget sih. Cuma,…

Pandangannya menerawang.

cuma…, pas Abang bangun kok basah.”

“Basaah gimanaah ??”, suara saya mulai tercekik.

“Iya basah gitu Mi, Umar ngerasa keringetan. Baju abang basah karena keringet.”

WADEWZIIG Krompyaaaang….

Whuuuhhwahahahahaa…..
Mati-matian saya nahan ketawa sambil langsung tengkurep, ngebekep mulut dan ngejedotin kepala ke kasur.
Terang aja ga sukses, karena si H aja tahu bahu saya berguncang hebat.
Dia ikut-ikutan ketawain abangnya pula.
Umar jadi terkekeh antara tersipu dan bingung.

Akhirnya setelah hampir lemes nahan ngakak, saya bilang…

“Abang, itu bukan mimpi basah. Kalau mimpi basah, yang basah itu di celana dalam kamu…
….ada cairan yang keluar dari xxxxx  *sensor*,  tapi bukan pipis di celana ya…”
“Trus, kalo nanti terjadi, Abang cerita lagi ke Ummi ya..”

Kadung “basah”, saya paparkan aja semua secara gamblang.
Supaya jelas dan ga salah kaprah kayak tadi.
Kayaknya sih dia jadi lebih paham. Buktinya manggut-manggut serius.

Dasarrr si emak juga kagak ahli dalam hal mimpi basah.
Mustinya emang bagian babenya neh nerangin hal-hal berbau “XY”.
Abiiiiiii……..tuluuung !

*****

Pesan moral :
Komunikasi masalah seks pada anak-anak sejak dini perlu dibina supaya mereka terbiasa leluasa bertutur pada orang tuanya. Begitu kurang lebih kata pakar psikologi anak. Sekian dan terimakasih.

Pesan tidak bermoral : Cari aja ndiri…;p

 

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2018 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com