0

MERDEKALAH, Wahai Jiwa!

Posted by Vienna Alifa on 17/08/2015 in Coretan Hati, Kenangan, Renungan, Tazkiyatun Nafs |

 

Betapa dalam menjalani hidup kita senantiasa berkejaran dengan kehendak-kehendak kita sendiri. Hati kadang ingin mengejar jalan kebaikan yang lurus nan bercahaya, tapi hawa nafsu menggodanya untuk berbelok ke arah kegelapan. Kadang kejujuran yang kita usahakan mendorong kita untuk berbuat lurus, namun imajinasi liar kita kadang menyeruak dengan pilihan-pilihan yang menyimpang, nista dan keluar jauh dari logika.

Di satu sisi, mungkin kita dapat bertindak sebagai orang yang kuat melawan hawa nafsu, memilih untuk tetap baik meski sengsara, selalu berpikiran positif dan bercita-cita jauh. Ada kesadaran kuat di lubuk hati bahwa segalanya akan berbalas. Cepat atau lambat. Di dunia atau di akhirat.

Tapi di sisi lain, adakalanya kita jadi orang yang kalah. Terjajah oleh hawa nafsu. Di mana pun kita berada, setinggi apapun posisi kita, akal kita tunduk pada keinginan yang salah dan kerap berulang. Dosa-dosa mulai dianggap remeh sehingga keburukan melahirkan keburukan baru lainnya. Barangkali kesadaran bahwa semua akan dibalas tetap ada, tapi tak berdaya. Kemerdekaan jiwanya untuk menuntun akal dan seluruh anggota tubuh agar kembali sesuai fitrah penciptaannya yakni tunduk pada kehendak Sang Pencipta, telah luruh.

Maka sebelum hidup kita serba terbelenggu nafsu, kesadaran akan balasan Allah swt, harus terus diasah. Sebelum kisah hidup kita menjadi kacau. Sebelum segalanya terlambat, lantaran balasan Allah datang lebih cepat dari kesadaran kita untuk berubah dan memperbaiki diri. Dan yang paling penting, sebelum datang suatu masa di mana penyesalan sudah tak berguna lagi. Segera bangkitkan kesadaran seraya berkata;

…Merdekalah, wahai jiwa!

.
.
.

@vi3nzz, 170815, di hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-70.

Secuil catatan untuk diriku yang hingga detik ini belum juga mampu untuk sepenuhnya memerdekakan diri dari jeratan hawa nafsu yang menumpukkan dosa-dosa…
😞😪😭

****

🌟Terinspirasi dari…

🌱 Qs. Yusuf: 53
“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

🌱 Tulisan ust Ahmad Zairofi tentang “Kebun Yang Terbakar Semalam”, di rubrik majalah Tarbawi edisi lawas.

#dirgahayu_indonesiaku
#teruslahberjuanguntukbetulbetulmerdeka
#sepertijiwayangterbebasdarinafsuburuk

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com