0

LEUTIKA, Tunggu Aku…

Posted by Vienna Alifa on 05/04/2011 in Info, Karya, Kenangan |

 

Kemujuran beruntun yang kita peroleh sangat mungkin diawali karena pilihan kita sendiri. Tentu dengan pertimbangan adanya dampak kebaikan dalam pilihan tersebut. Ini kurasakan betul tatkala aku agak selektif memasukkan seseorang ke dalam daftar pertemanan di dunia maya, khususnya jaringan sosial bertajuk Facebook. Kemampuan Facebook menyambung koneksi dengan orang-orang di sekitar kontak kita, tak dipungkiri membuat mataku melek akan nilai-nilai positif yang terpancar dari mereka yang memiliki kecenderungan serupa denganku, yaitu menulis. Apalagi saat itu aku sedang kehilangan gairah menulis di blog dengan alasan klise : susah cari waktu ajeg di depan komputer. Nah, kurasa memang sudah waktunya kucanangkan niat berselancar di Facebook untuk  meraih ilmu kepenulisan dari teman-teman baru yang berhobi di seputar literasi. Satu keuntungan kudapat sudah.

Setelah dalam hitungan bulan bergaul dengan para penulis pemula sampai yang profesional, wara-wiri menyambangi catatan-catatan di pojok halaman mereka, aku mulai familiar dengan nama-nama penerbit buku yang berseliweran di halaman newsfeed Facebook, terutama satu nama yang paling lincah dan mencuri pandangku. Ya, siapa lagi kalau bukan Leutika! Bagaimana tidak menyabet perhatian, jika kata Leutika selalu mendominasi kabar terbaru di deret kontakku. Kusapu barisan status dengan tergesa. Aih, hampir seluruh teman penulis rupanya sedang bergiat memenuhi tenggat waktu dari ajang menulis essay yang diprakarsai Leutika.

Wedeew…sepenting apa sih dia?

Rasa penasaran akhirnya menggoda jemariku untuk menelusuri laman pribadi mereka secara khusus. Hmm..ternyata meski tergolong anak baru di blantika literasi Indonesia, buku-buku yang telah mereka terbitkan lekas merebut selera pasar. Sejumlah judul buku, ilustrasi dan tata letak sampulnya kunilai sangat orisinil dan menarik perhatian. Boleh juga gebrakan penerbit cabe rawit yang sedang menggeliat ini. Langkah mereka memasarkan buku lewat jejaring sosial ternama, seperti Facebook, tak pelak menjadi cara jitu Leutika menebar pesonanya. Aku pun terpedaya.

Sungguh, akhirnya aku terjerumus pada jebakan Leutika tepatnya ketika ia melempar umpan berupa program Weekly Notes yang digelar mingguan secara berkala. Weekly Notes adalah ajang menulis essay yang temanya ditentukan oleh Leutika. Tidak ada persyaratan khusus untuk mengikuti lomba ini kecuali berkisar di teknis penulisan naskah dan dikirim tak lebih dari tenggat waktu yang sudah ditentukan. Pemenang terpilih akan mendapat hadiah buku terbitan Leutika sesuai seleranya serta tulisannya berhak tampil selama sepekan di situs mereka. Aku begitu tertantang mengikuti ajang ini demi menghidupkan semangat menulis yang sudah lama redup. Pokoknya aku harus ikut. Aku harus bisa nulis sesuai waktu dan tema.

Kuteguhkan tekadku kemudian begitu muncul tema baru yang diluncurkan Leutika : “The Law of Attractions”. Keringat dinginku lalu mengucur seketika, otakku seolah mengkeret.

Apa maksudnya sih ? Istilahnya njelimet banget…

Walau sempat puyeng setengah mati dengan tema berbau asing itu, aku tetap bersikeras untuk menulis. Tekadku sudah bulat. Maka jurus “Allahumma paksa..” kurapal kuat-kuat dalam hati. Seperti biasa, waktu yang diberikan selama seminggu itu belum memacuku untuk bersegera menulis. Aku masih sibuk mencari tahu, menanamkan pengertian, memahami makna “The Law of Attractions” dan menyesuaikannya dengan kerangka pikiranku. Saat mendekati deadline, baru lah kerja keras itu dimulai. Sekuat tenaga kupancang diriku untuk tetap duduk di depan komputer hingga lewat tengah malam. Padahal hanya untuk menulis dua halaman saja! Biarlah kuperas otakku agar ia terbiasa juga nantinya. Habis…kalau tidak dipaksa begitu, kapan lagi mau memulainya ?

Alhamdulillaah..semua ‘gojlokan’ terhadap diri itu berakhir dengan happy ending. Tulisanku layak tayang dalam situs Leutika selama seminggu penuh. Hatiku riuh bukan kepalang menyaksikannya. Ah, Leutika telah memompa motivasi, menumbuhkan percaya diri dan membangkitkan semangat menulis kembali di dadaku. Sejak saat itu aku berusaha untuk terus mengikuti ajang lomba kepenulisan lain yang marak di Facebook guna memacu produktivitas menulis. Lomba Weeky Notes Leutika berikutnya pun kerap kuikuti meski naskahku lebih banyak yang kandas. Tapi itu semua tak menyurutkan langkahku untuk tetap menulis. Paling tidak aku sudah merasa menang saat berhasil mengirimkan naskah tepat tema dan waktu.

Aku berharap semoga suatu saat mimpiku untuk menerbitkan buku sendiri dapat terwujud bersama LeutikaPrio. Cabang usaha Leutika yang bergerak di indie publishing ini sudah sering melambaikan tangannya padaku tiap kali kujenguk layar laptop. Sebagaimana teman-temanku yang kini semakin banyak bergandengan tangan bersama Leutika, terus terang aku iri ingin berangkulan denganmu jua kelak.

Tunggu aku yaa….

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com