0

Kabar Kontroversial dan Informasi Positif

Posted by Vienna Alifa on 24/12/2014 in Coretan Hati, Dakwah, Fenomena, Pendidikan, Renungan |

 

Setelah menyaksikan betapa kerap dan banyak saudaraku yang terjatuh dalam kekeliruan akibat menyebarkan berita yang belum jelas keshahihannya;
Dan sesekali diri ini pun ceroboh melakukan hal yang sama…
Maka kalau tak mungkin atau tak sempat menjalankan tabayyun (cek ulang/telusuri kebenaran berita itu), kuharap jiwaku bisa sedikit bersabar menunggu perkembangan informasi yang terus berganti sebelum gegabah dalam meneruskannya. Mengingat menjamurnya media online dengan status tak jelas kian merajalela. Media yang jelas pun tak jarang membuang kaidah jurnalistik demi meraup untung atau meluluskan kepentingan para penguasanya.

Kegeraman, kebencian, kecemasan, kesedihan, dan ketidakberdayaan memang seringkali menjadi pemicu nafsu untuk memperluas kabar kontroversial yang acap berisi ketidakbenaran. Karenanya akal dan logika harus serius dilibatkan. Bukan semata untuk mengimbangi namun juga agar ilmu yang dimiliki teraplikasi hingga terlatih kebijaksanaan dalam berpikir.

Mewaspadai sebuah aturan pemerintah yang bakal merugikan rakyat itu perlu, berjaga agar aqidah umat Islam tak tergadai itu wajib, memantau kabar negatif supaya efeknya tak merambat kemana-mana itu penting, tapi pastikan bahwa ia bukan berasal dari desas-desus belaka.

Bagi teman-teman yang masih terburu nafsu, jangan sungkan untuk meluruskan informasi menyimpang yang telah terlanjur disebar. Yuk, kita latih diri untuk berbuat adil. Sebab sikap adil sungguh dekat pada ketaqwaan.

Sedangkan buat para sahabat yang punya waktu dan mampu mencari tahu kebenaran sebuah berita, tak perlu sibuk mencemooh mereka yang salah tangkap. Yuk, berbagi pengetahuan. Supaya ilmunya berkah dan hatinya terjaga untuk tawadhu (rendah hati). Sebab rendah hati adalah salah satu penghias akhlaq mulia.
Adapun tentang informasi yang pasti mencerahkan, membanggakan, menyenangkan, memberi harapan dan membawa semangat, jangan enggan untuk mengapresiasi. Mari kita budayakan kebiasaan menghargai meski sebatas acungan jempol. Sebab seseorang yang selalu dihargai akan terpacu untuk selalu mengembangkan energi positifnya dan kelak mudah pula menghargai orang lain.

Trus bagi mereka yang terbiasa menghargai sesama, dapat apa, dong? Insyaa Allah akan ada pahalanya. Mungkin berupa menguatnya akhlaq baik pada jiwa, mungkin pula berbentuk hal-hal yang membahagiakan hati, baik secara materi atau non materi. Yakin deh, kan sudah tercatat dalam kitab-Nya…

Hal jazaa ul ihsaan illa al-ihsaan
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com