0

ISTI’JAL

Posted by Vienna Alifa on 21/10/2015 in Dakwah, Tarbiyah |

 

“Tergesa-gesa itu seseorang mengucapkan sebelum ia mengetahui, menjawab sebelum ia paham, memuji sebelum ia mencoba, mencela setelah dia memuji, bertekad sebelum ia berpikir, dan melakukan sebelum ia punya kemauan.”
(Abu Hatim Rahimahullaah)

…wa kaana al-insaanu ‘ajuulaa.”
(Al-isra’:11)

 

Sungguhpun manusia diciptakan dengan sifat fitrah tergesa-gesa tetapi seorang muslim tetap dihimbau oleh Allah dan Rasul-Nya untuk menghindari sifat ini.

Dalam membina hubungan sosial dengan sesama manusia, tali kekang lidah dan tangan mesti sering dikencangkan supaya tidak buru-buru menghasilkan perilaku gegabah.

Panjangkan pikiran sebelum berucap atau berbuat. Dengarkan penjelasan sebelum menyanggah. Carilah berbagai alasan cantik untuk saudara seiman sebelum berprasangka buruk. Tahan komentar sebelum paham duduk perkara suatu masalah. Teliti berita sebelum menyebarkan. Kumpulkan bukti sebelum menyimpulkan. Bulatkan tekad dan luruskan niat sebelum beramal.

Dalam membina hubungan dengan Sang Pencipta, ketergesaan juga akan menghasilkan ibadah yang sekedar ritual. Tanpa makna. Lantunan dzikr mengalir di luar kepala. Hafalan Al-quran juga sudah di ujung lidah. Tapi tak berarti apa-apa jika semua keluar begitu lekas.

Bagaimana bisa menghadirkan hati saat beribadah bila nafsu menggegas ingin cepat selesai?

Pikiran pun otomatis tak fokus. Gerak lisan dan anggota tubuh memang lancar lagi rutin dalam menegakkan shalat. Tapi tak tuma’ninah.

Lalu pengaruh apa yang pantas kita raih jika permohonan pada Sang Maha terlantun tanpa ruh dan makna?

Yuk, sabarkan lagi jiwa.
Tundukkan ketergesaannya dengan iman kita.


vi3nzz, 15810, waktu petang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com