0

[FF] Mencintai Musuh

Posted by Vienna Alifa on 14/10/2010 in Cerpen |

 

“Adi Teguh Wibowo…” Tyas bergumam pelan. Wajahnya gusar, hatinya rusuh. Di mulutnya terbayang samar cibiran kesal.

Hatinya mengomel panjang lebar, naik turun tak berujung.

“Siapa sih dia, sok penting  banget. Gak ada kerjaan selain ngomentari tulisan orang dan cuap-cuap di milis…Bikin panas, doyan bener nyari-nyari kesalahan partai-ku. Maunya apa coba…”

Hampir tiap hari, di depan layar komputer. Tyas manyun dan geram. Sering pula ia mendebat Adi di milis. Kadang ia cuma bisa geram sendiri. “Idihh pake ngelarang kampanye di milis segala. Gak  liat-liat, wong musimnya kampanye kok dicegah. Hih. Ke laut aja ente.. ”

***

Malam itu Tyas berusaha tampil istimewa. Ini adalah momen yang telah lama ia nantikan untuk bertemu dengan penulis novel favorit sekaligus guru online-nya dalam menulis puisi belakangan ini.

Panji Satria, sang novelis menebar senyum dan tanda-tangan, usai talk show buku terbarunya.

“Tyas?” mata Panji yang teduh menatap orang di sampingnya.Tatapannya diikuti gerakan meraih novel di tangan Tyas untuk membubuhkan tanda-tangan di situ. 

Tyas tercekat saat menerima kembali novel itu. Mulutnya ternganga, matanya membelalak. Coretan nama diatas novel amat jelas: Adi T. Wibowo.

Lututnya lemas. Ia nyaris jatuh, jika tidak segera disambar sebuah lengan dan bisik lembut di telinga.

“Tyas, boleh kampanye nggak?”

 

*******

Jumlah kata : 199 kata

Diikutsertakan dalam lomba di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com