0

Dibenci Karena Aqidah

Posted by Vienna Alifa on 14/01/2016 in Renungan |

Berakhlak mulia itu bukan jaminan akan disenangi semua orang. Buktinya manusia paling mulia akhlaknya di muka bumi ini yaitu Muhammad Rasulullaah Shallallahu’alayhi wa salam, tetap saja ada yang memusuhi.

Akan tetapi yang harus kita cermati dan pahami, Rasulullaah shallallahu ‘alayhi wa sallam itu dibenci tak lain karena aqidahnya bukan karena budi pekertinya.

Ya, catat, karena A-QI-DAH.

Beliau shallallahu ‘alayhi wa sallam tak disukai lantaran keimananannya begitu teguh dan tak mau tunduk dengan aturan jahiliyyah buatan orang-orang kafir Quraisy. Sebab keyakinannya atas risalah Islam begitu kokoh tak tergoyahkan meski ditawari sejumlah kekuasaan, segunung kekayaan apalagi  (cuma) sederet kemolekan para wanita untuk diperisteri. 

Namun di balik kebencian setiap musuh tetaplah tersimpan takzim atas kemuliaan perangainya. Mereka sadar dan mengakui betapa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa salam seorang yang berbudi luhur, penyayang, jujur, santun, adil, sabar, perhatian, bertanggung jawab, amanah, dan segenap akhlak baik terkumpul padanya. Wajarlah jika Nabi begitu dicintai para sahabat dan disegani lawan-lawannya.

Karena itu jangan sedih atau gentar bila dijauhi manusia ketika kita berusaha menjaga aqidah. Tak perlu kuatir dimusuhi dalam berjuang menegakkan tauhid dan memberantas praktek kesyirikan di tengah masyarakat.

Inna Allaha ma’anaa.

Sayang, di masa kini seringkali penolakan manusia atas keberadaan seseorang disebabkan oleh akhlak buruk yang terwujud  dalam  lisan, tulisan, maupun perbuatannya. Bukan karena aqidahnya. 
Dengan kata lain, kebanyakan orang boleh jadi tak terusik oleh keyakinan kita tapi amat terganggu oleh karakter diri kita.

Bila demikian, maka segera renungi dan banyaklah introspeksi atas segala hal yang  kita tampakkan pada sesama yang membuat mereka malas, menjauh, mencemooh, bahkan menentang kita. Meski kita merasa sedang menyampaikan kebaikan pada mereka. Walau kita tengah mengemban misi dakwah pada Tauhidullaah.

Barangkali itu pertanda ada sesuatu dalam hubungan kita dengan Allah swt yang perlu diperbaiki. Ada aspek aqidah yang mesti dikoreksi.
Teliti kembali keikhlasan, keridhoan, keistiqamahan saat menghamba-Nya. Perbanyak ibadah sunnah, maknai setiap do’a dan kalam suci-Nya. Karena sungguh, Allah ta’ala -lah yang akan memperbaiki hubungan mu’amalah dengan manusia ketika keterikatan hati kita kuat dengan-Nya. Dan betapa, akhlak mulia adalah salah satu karunia yang harus selalu kita minta pada Allah swt agar terpatri di jiwa. Sebaliknya, berlindung dari akhlak buruk pun perlu dipanjatkan, seperti do’a Rasulullaah saw berikut :

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari akhlak, amal dan hawa nafsu yang mungkar.”

[HR. Tirmidzi no. 3591, shahih]

#muhasabahdiri
#akhlakmuslim
#rindurasul

vi3nzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com