0

Dakwah Tuh Gini, Bukan Kok Gitu…

Posted by Vienna Alifa on 01/11/2017 in Coretan Hati, Dakwah |

 

Kecantikan dakwah yang dimainkan Rasulullaah shallallahu ‘alayhi wa sallam sungguh tak tertandingi. Beliau saw tak pernah membuat orang di sekitarnya menjadi tak nyaman atau menjadikan mereka menampilkan kesucian yang dibuat-buat. Mereka tak pura-pura shalih karena sungkan ketika di depan Rasul saw. Mereka tampil apa adanya bahkan tak segan mengadukan kegelisahannya karena belum mampu menjalankan syari’at dengan sempurna tanpa takut mendapat kecaman.

Rasulullaah shallallahu ‘alayhi wa sallam tidak hanya sabar mendengar keluhan kaum muslimin tapi juga santai menyimak cacian kaum musyirikin. Telinganya selalu terpasang, tangannya selalu terhulur, pikirannya selalu tercurah, tenaganya selalu terkuras serta waktunya selalu tersedia demi membersamai kaumnya. Kesuksesan dakwah yang diusungnya seringkali bukan efek berkoar di atas mimbar melainkan karena perangai indahnya yang selalu nampak tulus dan kontinyu.

Maka malulah wahai diriku…
Yang berkomitmen untuk mendakwahkan sunnah namun masih jauh dari berdakwah sesuai sunnah. Yang berusaha meniru akhlaq Rasul saw tetapi masih sering tak peka terhadap kondisi tiap manusia.


Ingat, dakwah itu mengajak bukan mengejek. Merangkul bukan memukul. Pahami betul bahwa setiap orang punya tingkat kemampuan, pengetahuan serta keimanan yang berbeda-beda. Berikan pengertian yang luas terhadap latar belakang mereka. Sehingga engkau dapat berlatih sabar dalam menghadapi mereka sesuai kapasitasnya dan menghargai setiap proses yang mereka usahakan untuk lebih baik.

Jika kemudian ada kawanmu yang kerap bersikap tak nyaman dengan nasihatmu, ada rasa takut untuk mencurahkan kekurangannya, ada yang sulit bersikap sebagaimana adanya dirinya di depanmu atau ragu bercerita masalahnya lantas menjaga jarak, maka mungkin caramu berdakwah perlu direvisi. Barangkali selama ini gayamu menyeru malah menjauhkan mereka dari indahnya ajaran Islam. Mungkin sikapmu terlalu menuntut bukan menuntun.

Berbagai indikasi tersebut sungguh sederhana bila hati kita peka merasa. Maka perbanyak introspeksi diri sebelum tergesa menuding ketidaktaatan mereka. Renungi kembali dakwah yang dicontohkan Rasulullaah saw. Sebab itulah sunnah yang harus kau tegakkan atas dirimu sebelum kau berharap orang lain menjalankan sunnah yang kau seru.


Rabbishrahlii shadrii wa yassirlii amrii wahlul uqdatam millisaanii yafqahuu qaulii.


…Coretan refleksi hasil mojok Jumat malam di Masjid Ibrahim
@vi3nzz, Agustus 2016


#Rasulullaahisthebestdai
#dakwahcantikituperlulatihan
#nahnuduatqablakullisyaiin
#refleksimetodedakwah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com