0

Bila ‘Itikaf Masih Luput Juga

Posted by Vienna Alifa on 13/07/2015 in Coretan Hati, Ramadhan |

Di penghujung Ramadhan, kulihat banyak muslim yang masih berjibaku dengan pekerjaan demi menopang kelangsungan hidup diri dan keluarga di samping tekad menunaikan amanahnya secara profesional. Sementara sebagian muslim lainnya mungkin sudah mengambil jatah cuti lebih dulu dengan harapan memiliki agenda mudik secara leluasa. Sisanya, beberapa gelintir saudara muslim, kian kencang beribadah. Mereka sengaja menepikan diri di masjid di waktu khusus yang mereka miliki dalam ritual khalwat nan romantis berjudul ‘itikaf. Tentu aktivitas terakhir lebih utama dijalani, karena paling sesuai dengan sunnah Nabi saw.

Namun demikian, tak berarti yang luput ber’itikaf karena udzur syar’i terjauhkan dari rahmat dan ampunan Allah swt. Selama ia melandaskan keikhlasan dalam segenap aktivitasnya, maka mudahan Allah swt meridhoi apa yang ia usahakan sepanjang tidak menyelisihi tuntunan syari’at Islam. Selama ia bersungguh-sungguh menjalani tanggung jawab dalam setiap pekerjaan, maka smoga ia termasuk yang dilimpahi keberkahan karunia-Nya. Selama ia meniatkan bagi kebaikan dunia dan akhirat dari apa yang ia kerjakan, maka semoga Allah ta’ala kategorikan itu sebagai ibadah.

Ramadhan akan berakhir. Apapun kegiatan yang sedang kita lakoni ada baiknya tak menyurutkan semangat beribadah di bulan suci. Meski tak mungkin meluangkan waktu sepuluh hari penuh berdiam diri di masjid, setidaknya ada satu malam disempatkan bermunajat di dalamnya. Jika betul-betul tak bisa semalam saja i’tikaf di rumah Allah, paling minim hati dan pikiran yang bersedih itu berupaya menggantinya dengan keseriusan ibadah dalam bentuk lain.

Apakah dengan menambah porsi dzikir serta do’a dan beristighfar sebanyak-banyaknya. Atau carilah peluang bershadaqah materi, ilmu maupun tenaga di setiap tempat dan keadaan. Untuk menambah ilmu dan mempertebal iman, kalau sulit hadir di suatu majelis ilmu, berbagai rekaman kajian Islam yang tersebar di internet pun bisa disimak sambil menuntaskan pekerjaan rumah tangga atau menyiapkan hidangan berbuka. Bagi teman-teman muslimah yang terkena udzur haidh, bisa mengisi waktu-waktu shalatnya dengan membaca tafsir Al-quran atau aneka buku pengetahuan Islam yang insyaa Allah bermanfaat untuk memotivasi atau menyempurnakan amal shalih.

Mari saling mengingatkan lalu mendo’akan. Semoga kerugian dan penyesalan tak menimpa kita manakala Ramadhan telah beranjak dari sisi. Sementara hawa nafsu masih jauh dari kendali diri.

[vi3nzz, kelapa dua, 2015]
…memotivasi diri di kala udzur…

#ramadhan_day26
#malamke27

vi3nzz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2007-2017 Catatan Vienna All rights reserved.
This site is using the MultiBusiness Child-Theme, v3.1.4, on top of
the Parent-Theme Desk Mess Mirrored, v2.4, from BuyNowShop.com